Sinopsis Film Soekarno

Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu berbagi info Sinopsis Film Soekarno-- Satu lagi tontonan yang layak jadi pilihan. Bukan sekadar cari hiburan, dengan menonton film ini, kamu bisa banyak belajar. Belajar apa saja, sejarah, cinta tanah air, semangat membangun negeri ini, termasuk turut mendukung film nasional. Ya, film Soekarno ini layak jadi pilihan untuk ditonton di bulan ini selain film yang diangkat dari novel sastra klasik, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.

Jenis Film : Drama
Produser : Raam Punjabi
Produksi : MVP Pictures, Mahaka Pictures, Dapur Films
Sutradara : Hanung Bramantyo
Homepage : www.filmsoekarno.com
Pemain: Ferry Salim, Tanta Ginting, Agus Kuncoro, Sujiwo Tejo, Ario Bayu, Maudy Kusnaedi, Tika Bravani, Lukman Sardi, Ferry Salim
Sinopsis Film Soekarno
Sinopsis:
Dulunya bernama Kusno. Tubuhnya kurus dan sering sakit-sakitan. Oleh bapaknya nama Kusno diganti Sukarno. Besar harapan anak kurus itu menjelma menjadi ksatria layaknya tokoh pewayangan - Adipati Karno. Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Sukarno berhasil mengguncang podium, berteriak: Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya, dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Pledoi-nya yang sangat terkenal Indonesia Menggugat mengantarkannya ke pembuangan di Ende, lalu ke Bengkulu.

Di Bengkulu, Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih, perempuan yang lebih tua 12 tahun dan selalu menjadi perisai baginya ketika dipenjara maupun dalam pengasingan. Kini, Inggit harus rela melihat sang suami jatuh cinta. Di tengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang mengobarkan perang Asia Timur Raya. Berahi politik Soekarno kembali bergelora.

Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno, mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dibanding Belanda. Tapi Sukarno punya keyakinan, Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk meraih kemerdekaan. Hatta terpengaruh, tapi Sjahrir tidak. Kelompok pemuda progresif pengikut Sjahrir bahkan mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator. Keyakinan Sukarno tak goyah.

Sekarang, kemerdekaan Indonesia terwujud pada tanggal 17 Agustus 1945. Tapi apakah itu kemerdekaan yang diharapkan? Jangan-jangan apa yang kita peringati setiap tahun itu hanyalah upah bagi Sukarno karena telah bekerja untuk Jepang?

Di atas kereta kuda, Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto berwejang kepada Sukarno muda: Manusia itu sama misteriusnya dengan alam, tapi jika kau bisa menggenggam hatinya, mereka akan mengikutimu. Kalimat ini selalu dipegang Sukarno sampai dia mewujudkan mimpinya: Indonesia Merdeka!

21cineplex.com
05 Desember 2013
  •