Episode Terakhir Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) Jilid 7

Episode Terakhir Sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) Jilid 7--
Seperti biasa, PPT 7 yang masih akan dilanjutkan pada Ramadan tahun depan, masih menyisakan tanda tanya berupa ending terbuka (open ending). Sampai akhir episode PPT Jilid 7 malam ini, 'cerita belum selesai'. Misteri hilangnya uang ratusan juta milik Pak Jalal dari pelukan Udin saat ia tertidur di rumahnya belum terjawab. Ceritanya, Udin terbangun dari tidur dan mendapati uang yang telah hilang itu terletak di pelukannya lengkap dengan ransel seperti sebelumnya. Siapa yang menaruh?
Udin lantas mencari tahu dengan cara diam-diam melalui konfirmasi terhadap orang-orang yang menurutnya bisa saja diam-diam menaruhnya di pelukannya.
Ia bertanya pada Asrul, apakah menaruh panci di pelukannya saat ia tidur; bertanya pada Pak Jalal apakah telah menaruh sandal di pelukannya saat ia tidur; bertanya ke Ustad Feri sampai tak seorang pun dari mereka yang ia konfirmasi tak ada yang mengaku menaruh apapun saat Udin tertidur.
Permasalahan Udin makin meruncing ketika secara diam-diam uang itu Udin gunakan untuk membeli rumah dan tanah. Sayangnya, Udin malah membeli rumah dan tanah Haji Royani, seorang yang pelupa. Ketika Udin membatalkan pembelian dan bermaksud mengambil kembali uang sebanyak 75juta rupiah itu, Haji Royani sudah lupa pernah menjual dan lupa pula kepada siapa ia menjualnya. Udin lantas minta tolong Asrul, Ustad Feri, dan mantan mertuanya untuk menagih kembali. Walau sempat tak berhasil, Haji Royani yang telah pikun itu mengembalikan uang Udin melalui mantan mertuanya. Di lain pihak, kepemilikan uang sebanyak itu, menimbulkan kecurigaan orang-orang terdekatnya. Walau Udin dengan berbagai dalih berusaha menyembunyikannya, akhirnya ia terpaksa mengaku. Ditemani Asrul, ia lalu hendak mengembalikan uang itu ke rumah Pak Jalal. Sayang, orang yang dicari sedang tak ada di rumah. Masih belum selesai kan masalah uang Pak Jalal? Cerita uang hampir semilyar itu bisa saja berkembang di jilid berikutnya.

Kisah Pak RW, Pak Hakim, dan Pak Yos, juga kembali ke 'habitatnya semula' sebagai trio pengurus desa yang menyebalkan (tapi dirindukan) usai pemilihan Ketua RW yang membuat ketiganya sempat terpecah dan bersaing di bursa pemilihan.
Kebangkrutan Azzam usai terbitnya Al Quran edisi mewahnya yang ternyata melakukan kesalahan kecil namun fatal, tak diceritakan lagi kelanjutannya.

Satu hal yang dapat kita temukan jawabannya adalah kisah persaingan Om Wijoyo dan Bang Jack untuk merebut hati Tante Widya dimenangkan oleh Om Wijoyo. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena Bang Jack menghilang dengan alasan melakukan silaturahim ke sanak familinya. Om Jack baru muncul saat akad nikah di musholla tempatnya berdiam selama ini.
Episode terakhir ini ditandai, seperti biasa, tafakurnya Bang Jack dalam kesendiriannya di mushola At-Taufiq.

Para pemain PPT Jilid 7:
Deddy Mizwar = Bang Jack
Slamet Rahardjo = Om Wijoyo
Henidar Amroe = Ibu Azzam
Melky Bajaj = Chelsea
Aden Bajaj = Barong
Isa Bajaj = Juki
Agus Kuncoro = Azzam
Zaskia Adya Mecca = Aya
Vita Mariana = Heli
Artta Ivano = Kalila
Akri Patrio = Ustadz Ferry
Annisa Suci Wulandari = Haifa (istri Ustad Ferry)
Asrul Dahlan = Asrul
Udin Nganga = Bang Udin
Mira Zayra =Mira (Istri Asrul)
Jarwo Kuat = Pak Jalal
Anggia Jelita = Marni
Deliana Siahaan = Mak Juki
Yahyal Djakri = Bang Uyan
Idrus Madani = Pak RW
Joes Terpase = Pak RT
Hakim Ahmad = Bendahara RT
Sheila Purnama Bulan = Sheila
Dara Rulyant = Dara
Rani Permata = Mbak Seruni (pengasuh Chelsea waktu kecil)
Fahri Albar = Fahri (putra Om Wijoyo)