Tata Cara Menyampaikan Persetujuan, Sanggahan, dan Penolakan Pendapat dalam Diskusi

  • Tata Cara Menyampaikan Persetujuan, Sanggahan, dan Penolakan Pendapat dalam Diskusi--
    Saat berdebat, meskipun bertujuan memenangi pendapat kita, kita tidak boleh egois. Kita juga harus mendengarkan pendapat lawan dengan saksama, baru menyanggahnya dengan santun.
    Penyanggahan/ penolakan ataupun persetujuan terhadap suatu pendapat harus dinyatakan dalam kalimat yang logis (masuk akal) dan disertai alasan atau bukti.
    Alasan atau bukti yang kita kemukakan sangat mendukung kelogisan suatu pendapat.

    Contoh kalimat menyanggah dalam debat yang santun:
    • Menurut saya, argumen saudara tidak tepat.
    • Fakta yang kita ketahui tidak sesuai dengan apa yang saudara kemukakan tadi.
    • Maaf, tetapi dalam diskusi ini, pendapat saudara kurang tepat.

    Contoh kalimat dalam debat yang kurang santun dan harus dihindari:
    • Pendapat saudara sangat bodoh, keluar dari konteks pembicaraan.
    • Saya tidak menyangka, saudara berpikir seperti orang tidak terpelajar.
    • Semua yang saudara sampaikan hanya omong kosong saja.
    • Saya sarankan Saudara harus lebih banyak belajar lagi sebelum ikut berdebat.

    Contoh kalimat persetujuan dalam diskusi atau debat:
    • Saya setuju dengan apa yang saudara kemukakan.
    • Pendapat saudara sama dengan apa yang saya tahu tentang topik diskusi ini.
    • Menurut saya, apa yang saudara Dimas sampaikan sangat tepat.

    Berikut adalah contoh menyatakan dan menyanggah suatu subjek diskusl.
    Masalah: Di Jakarta, akan dibangun monorel. Monorel adalah sebuah metro atau rel dengan jalur yang terdiri dari rel tunggal, berlainan dengan rel tradisional yang memiliki dua rel paralel dan dengan sendirinya kereta lebih lebar daripada relnya.

    Pendapat Menyetujui (Pro):
    Pernyataan: Monorel akan meniadi solusi kemacetan di Jakarta.
    Alasan:
    • Membutuhkan ruang yang kecil, baik ruang vertikal maupun horizontal. Lebar yang dierlukan adalah selebar kereta dan karena dibuat di atas jalan, hanya membutuhkan ruang untuk tiang penyangga.
    • Terlihat lebih "ringan" daripada kereta konvensional dengan rel terelevasi dan hanya menutup sebagian kecil langit.
    • Tidak bising karena menggunakan roda karet yang berjalan di beton.
    • Bisa menanjak, menurun, dan berbelok lebih cepat dibanding kereta biasa.
    • Lebih aman karena dengan kereta yang memegang rel, risiko terguliug jauh lebih kecil. Risiko menabrak pejalan kaki pun sangat minim.
    • Lebih murah untuk dibangun dan dirawat dibanding kereta bawah tanah.

    Pendapat Menyanggah (Konta):
    Pernyataan: Pembangunan monorel akan memperburuk, kemacetan. Pembangunan juga akan mengurangi lahan hijau di Jakarta.
    Alasan:
    • Dibanding dengan kereta bawah tanah monorel terasa lebih memakan tempat.
    • Dalam keadaaa darurat, penumpang tidak bisa langsung dievakuasi karena tidak ada jalan keluar kecuali di stasiun.
    • Kapasitasnya masih dipertanyakan.
    10 April 2013