Menemukan Gagasan Utama dan Gagasan Pendukung

Menemukan Gagasan Utama dan Gagasan Pendukung--
Begitu banyak rubrik yang disajikan oleh redaktur surat kabar yang diperuntukkan bagi pembacanya. Salah satu rubrik andalannya adalah berita utama atau berita pokok. Rubrik ini dikenal dengan istilah tajuk (da1am KBBI, tajuk berarti berita pokok, berita utama). Dikatakan sebagai andalan karena motivasi utama dari pembaca surat kabar adalah mencari berita-berita baru (aktual, terkini).

Setiap tajuk surat kabar tertuang sebuah ide atau gagasan dari penulisnva. Gagasan yang dimaksud adalah inti atau pokok tulisan surat kabar, karena sebagai inti, gagasan tersebut disebut gagasan utama. Ada pula gagasan-gugasan yang memberi kejelasan dan dukungan pada gagasan utama. Gagasan tersebut disebut gagasan pendukung.

Sebagai contoh, perhatikan kutipan tajuk surat kabar berikut.
Banyak orang yang menilai pemerintah terkesan lambat dalam menangani pascabencana Tsunami di Aceh. Dalam tiga hari pertama, menurut Alwi, pemerintah sutit berhubungan. Sarana komunikasi putus. "Presiden akan menghubungi Meulaboh tidak bisa. Kami tidak tahu jumlah korban. Lampu mati, air tidak ada. Apa yang mau dimulai? Semua serba gerak cepat," katanya.
Departemen Pekerjaan Umum juga mengakui lambatnya penanganan pascabencana di Aceh. Menurut Kepala Hubungan Masyarakat, Pandu, banyaknya mayat yang masih berserakan di antara puing-puing bangunan menjadi kendala utama pembersihan puing. Maklum, sebagian besar jatan rusak dan tertimbun tunpur setinggi 1-2 meter. Sebagian besar jembatan juga hancur. Jalan Banda Acen-Calang-Meuta-boh sepanjang 203 kilometer, misalnya, rusak berat dan 110 jembatan vang melintas di kawasan tersebut putus. "Bahkan, 150 kilometer jalan di antaranya masuk ke laut," kata Pandu.

Gagasan utama dan gagasan pendukung yang terdapat dalan tajuk di atas adalah:
Gagasan utama
Penyebab pemerintah terkesan lambat dalam menangani bencana Tsunami di Aceh.
Gagasan pendukung
1. Sarana komunikasi terputus.
2. Lampu mati.
3. Air (air bersih, maksudnya) tidak ada.
4. Sebagian jalan rusak dan tertimbun lumpur setinggi 1-2 meter.
5. Jalan sepanjang 150 km di antaranya masuk ke laut.