MALAM LEBARAN, Kembang Api di Atas Kuburan

Rekomendasikan artikel ini :
MALAM LEBARAN, Kembang Api di Atas Kuburan-- Malam lebaran, seperti malam-malam event besar lainnya, selalu identik dengan tumpah-ruah manusia di jalan raya dan kembang api ataupun petasan. Ramadan tahun inipun idem dito. Selalu dan selalu begitu.
Barusan saya keluar rumah mengajak keluarga melihat dunia. Langit begitu terang dan warna-warni. Sayang, hingar-bingar dan bau menyengatnya membuatku keluh. Wajah-wajah yang kupandang nongrong memarkir sepeda motor di kiri-kanan jalan pun biasa-biasa saja memandang langit. Mungkin masih bermuram durja, seperti saya saat ini. Mungkin. Wajah ceria hanya terpancar dari anak-anak di pangkuan ataupun dekapan ibunya yang memandang dan menunjuk ke angkasa, ke warna-warni dunia.
Malam lebaran, kembang api di atas kuburan. Lebaran selalu emngingatkan kita juga kepada mereka yang telah mendahului kita menghadap Sang Khalik. Di akhir Ramadan, wangi bunga di pusara mendiang pun masih segar baunya. Kini bercampur bau belerang.
Adakah doa dalam kembang api yang berpijar, saudaraku? Adakah tafakur mengingat keagungan Ramadan ini telah pergi dan kia tak banyak memanfaatkannya?
Seperti saya di sini. Saya merindukannya agar segera bertemu kembali. Lantas apa yang dirayakan dengan kembang api itu? Kemenangan atau kekalahan?
Malam lebaran. Dan kembang api masih di atas kuburan....

Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin.....
18 Agustus 2012