Kata Serapan Asing dan Contoh-contohnya

  • Kata Serapan Asing dan Contoh-contohnya--- Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain, baik dari bahasa daerah (lokal) maupun dari bahasa asing, seperti Sanskerta, Arab, Portugis, dan Belanda. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas 3 golongan besar, yaitu:

    1. Unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Unsur pinjaman ini dapat dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing.
    Contoh: reshuffle, shuttle cock, real estate, dan sebagainya.

    2. Unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.

    3. Unsur yang sudah lama terserap dalam bahasa Indonesia tidak perlu lagi diubah ejaannya.
    Contoh: otonomi, dongkrak, paham, aki, dan sebagainya

    Berikut ini kaidah penyesuaian ejaan unsur serapan dari bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia.

    1. -al, eel, -aal (Belanda) menjadi -al, contoh:
    • national menjadi nasional
    • rationeel, rational menjadi rasional
    • normaal, normal menjadi normal

    2. ç-(Sansekerta) menjadi s- contoh:
    • çabda menjadi sabda
    • çastra menjadi sastra

    3. oe- (Yunani) menjadi e- contoh:
    • oestrogen menjadi estrogen
    • oenology menjadi enologi

    4. kh- (Arab) tetap kh- contoh:
    • khusus tetap menjadi khusus
    • akhir tetap menjadi akhir

    5. oo (Inggris) menjadi u contoh:
    • cartoon menjadi kartun
    • proof menjadi pruf
    12 Maret 2012