Teori | Mengenal Homonim dan Contoh-contohnya | Kamu beruang?

Teori | Mengenal Homonim dan Contoh-contohnya | Kamu beruang?
Hai, kembali Pelajaran Bahasa Indonesia di Jari Kamu hadir untuk menemanimu. Kita belajar tentang Homonim. Sebelumnya, ada cerita dulu, nih. Disimak dulu, ya....
Seorang teman bertanya kepada saya: "Kamu beruang?" Aku lantas terkejut bukan main, kok saya dikatakan beruang? Hampir saja saya marah untung ia langsung sadar akan kekeliruannya dan meralat, "Maksudku, kamu memiliki uang?"
Alhasil, kesalahpahaman tak berlanjut ke hal yang merusak kelangsungan populasi cowok keren gara-gara bonyok.... Hheheh...
Ya, bahasa kita memiliki kata yang berhomonim. Homonim adalah penggunaan dua kata atau lebih yang memiliki bentuk yang sama, pengucapan yang sama, namun memiliki makna yang berbeda. Kata 'beruang' yang dimaksud tersebut, bisa bermakna memiliki uang, bisa bermakna hewan yang buas itu, dan bisa juga bermakna memiliki ruang.

Hampir mirip dengan Polisemi memang. Tak heran kadang-kadang, jika tak memahami betul-betul teori/pengertiannya, kita akan susah membedakan antara Polisemi dengan Homonim karena bentuk katanya yang sama.
Berikut contohnya:

suara sumbang ----- sumbang pakaian
musuh yang tangguh ----- diberi tangguh 1 hari
di dasar sungai ----- dasar anak yang usil
air tawar ----- tawar harga
bulan Desember ----- bulan bersinar
bisa bernafas ----- bisa ular
buku tulis ----- buku bambu
sedang makan ----- berperawakan sedang
lambungku sakit ----- bola lambung ke udara
di muka kelas ----- jerawat di mukanya
minum susu ----- antara kedua susunya
kali Ciliwung ----- jatuh dua kali
orang kikir ----- diasah dengan kikir
bilangan ganjil ----- kelakuannya amat ganjil
amat rapat ----- rapat telah dimulai
harga salak ----- salak anjing
tak beribu ----- beribu terima kasih
daki yang melekat ----- gunung yang kudaki
meraih gelar ----- tikar itu saya gelar
tulisannya kabur ------ narapidana itu telah kabur
dua pasang ----- air pasang
kasur busa ----- air yang banyak busanya

24 Januari 2012
  •