Ringkasan | Puisi Lama Berbentuk Syair



Mungkin kalian masih belum jelas tentang pengajaran Bapak beberapa waktu yang lalu. Jika memang begitu dan menemukan masalah ketika mengerjakan soal mandiri di rumah, mudah-mudahan arsip ini dapat membantu kalian secara online, kapanpun, dan dimanapun. Tak apa sambil tiduran di kamar, tapi hati-hati dengan matamu. Membaca sambil tiduran kurang baik bagi kesehatan mata. Layar HP pun terlalu kecil buat matamu untuk membaca teks yang cukup panjang ini. Selamat belajar....
Syair berasal dari kata syuur yang berarti perasaan. Dalam bahasa Arab, menggubah syuur pada umumnya dinamakan syair, sedangkan dalam kesusastraan Indonesia istilah syair diberikan bukan pada penggubahnya, melainkan pada bentuk atau gubahannya.
Syair masuk ke Indonesia bersama dengan masuknya agama Islam. Syair adalah cipta sastra yang dapat dipergunakan untuk melukiskan berbagai cerita, baik yang sebenarnya, lukisan, atau sindiran maupun dongeng yang panjang.

Ciri-ciri Syair:
  1. Tiap bait terdiri atas 4 baris
  2. Tiap baris terdiri atas 8-13 sukukata
  3. Syair bersajak sama (a-a-a-a)
  4. Keempat baris pada tiap baitnya merupakan isi.
Contoh :

Syair Abdul Muluk
Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah paduka Sultan
Duduklah baginda bermuka-mukaan

Abdul Muluk putra baginda
Besarlah sudah bangsawan muda
Cantik menjelis usulnya Syahda
Tiga belas tahun umurnya ada

Paras elok amat sempurna
Patah menjelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih padanya mulia dan hina

Akan ramah putri bangsawan
Parasnya elok sukar dilawan
Sedap manis barang kelakuan
Sepuluh tahun umurnya tuan