Ringkasan | Puisi Lama Berbentuk Pantun

  • Arsip ini saya lampirkan lagu Cindai yang dinyanyikan oleh Sitti Nurhaliza, lagu yang memakai pantun sebagai liriknya.
    Mungkin kalian masih belum jelas tentang pengajaran Bapak beberapa waktu yang lalu. Jika memang begitu dan menemukan masalah ketika mengerjakan soal mandiri di rumah, mudah-mudahan arsip ini dapat membantu kalian secara online, kapanpun, dan dimanapun. Tak apa sambil tiduran di kamar, tapi hati-hati dengan matamu. Membaca sambil tiduran kurang baik bagi kesehatan mata. Layar HP pun terlalu kecil buat matamu untuk membaca teks yang cukup panjang ini. Selamat belajar....
    Pantun memiliki arti bagai, seperti, ibarat, umpama, laksana. Pantun merupakan salah satu cipta sastra hasil karya sastra bangsa Indonesia sendiri yang berisi perumpamaan atau ibarat.

    Syarat-syarat pantun:
    1. Tiap bait terdiri atas 4 baris.
    2. Tiap baris terdiri atas 8-12 sukukata.
    3. Tiap baris terdiri atas 4-6 kata.
    4. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan bait ketiga dan keempat merupakan isi.
    5. Rima akhir bersajak a-b-a-b


    Pantun dapat digunakan untuk menyatakan segala macam perasaan atau curhat, baik perasaan senang, cinta, sedih, benci, dan lain-lainnya. Makanya, pantun dikenal pula jenis-jenis pantun, seperti pantun agama, remaja, jenaka, teka-teki, dan nasihat.

    Pantun Nasihat:
    Satu, dua, tiga, empat
    Lima, enam, tujuh, delapan
    Tuntutlah ilmu sampai dapat
    Sudah tua menyesal jangan

    Pantun Jenaka:
    Elok rupanya pohon belimbing
    Tumbuh dekat pohon mangga
    Elok rupanya berbini sumbig
    Biar marah ketawa juga

    Pantun Agama:
    Asam kandis asam gelugur
    Keduanya asam riang-riang
    Menangis mayat di dalam kubur
    Teringat badan tidak sembahyang

    Pantun Teka-teki:
    Berlayar perahu dari Berandan
    Menuju arah Selat Malaka
    Lebar kepaa dari badan
    Apakah itu cobalah terka


    04 Desember 2011