SOAL SMA | Menentukan Unsur Intrinsik/Ekstrinsik Novel, Drama

  • Sesungguhnya keempat anak muda itu telah sampai ke dekat sebuah rumah jaga di Muara. Di belakang rumah jaga ini kelihatan beberapa kuda tambang, sedang dimandikan oleh kusirnya di pinggir pantai, tempat Sungai Arau bermuara di laut. Dekat tempat mandi kuda ini adalah sebuah pangkalan yang menganjur sampai ke tepi sungai, tempat berlabuhnya kapal-kapal api kecil, yang berlayar ke terusan. Di sebelah pangkalan ini, berlabuh beberapa perahu, yang baru datang dari laut membawa ikan-ikan yang dapat dikail malam itu…..
    Siti Nurbaya, Marah Rusli
    Bagian cerita yang membuktikan bahwa peristiwa tersebut dilatari di pelabuhan kecil adalah….
    a. tempat Sungai Arau bermuara di laut dan tempat pemandian kuda
    b. terlihat kapal-kapal api kecil dan beberapa perahu sedang berlabuh
    c. sebuah pangkalan yang terlihat menganjur ke tepi sungai
    d. pinggir pantai tempat penjaga, berupa sebuah rumah
    e. kapal-kapal api sedang berlayar membawa ikan ke terusan

    Bacalah dengan seksama penggalan novel berikut!
    Tidak, kesalahan engkau karena engkau terlalu mementingkan diri sendiri. Kau takut masuk neraka, karena itu kau taat sembahyang. Tapi kau melupakan kehidupan kaummu sendiri, melupakan kehidupan anak dan istrimu sendiri, hingga mereka kocar-kacir selamanya. Itulah kesalahanmu yang terbesar, terlalu egois.Padahal engkau di dunia berkaum, bersaudara semua, tetapi engkau tidak memedulikan mereka sedikit pun.
    Robohnya Surau Kami, A.A Navis
    Nilai moral yang terdapat pada penggalan novel tersebut adalah…..
    a. Manusia harus menghindari diri dari siksaan neraka.
    b. Semua manusia bersaudara jadi tidak boleh egois.
    c. Beribadah harus menjadi tujuan utama manusia.
    d. beribadah sebuah keharusan, tetapi kehidupan keluarga jangan dilupakan.
    e. Anak dan istri ditinggalkan demi beribadah, itu adalah hal yang biasa.

    Cermati kutipan novel berikut!
    “Ya, Bapak sekarang rajin benar mempelajari agama,”Kata Maria.
    “Setiap petang Senin dan petang Kamis datang ke mari haji guru agamanya. Kami disuruhnya juga belajar agama. Kalau bagi saya apa salahnya kita menuruti kata orang tua, menhyenangkan hatinya.”
    “Bagi engkau, segala apa salahnya,” ujar Tuti. “Bagi saya mengerjakan sesuatu yang tiada berguna, terang salah. Apa yang saya kerjakan hendaknya termakan oleh akal saya. Saya tidak mengerti apa gunanya agama yang dipakai golongan terpelajar, golonngan priyayi bangsa kita sekarang. Lihat sendiri di rumah Paman Parta ketika ia selamatan di Jatinegara baru ini. Di luar berkumpul priyayi yang jempol-jempol dan perlente-perlente duduk di kursi menghadapi hidangan yang rapid an nikmat. Dari sudut rumah masuk ke belakang beberapa orang haji dari kampong untuk membaca doa di atas tikar. Patut benar Paman Parta berkata, bahwa agama itu untuk dipelajari kalau sudah pensiun, kalau tidak ada yang penting lain yang dapat dikerjakan di dunia ini. Kalau mata sudah kabur, kalau tenaga sudah habis, kalau hati sudah tertutup. Jika tidak demikian tidak serupa itu, ia menghinakan agama yang pura-pura dipujinya itu.

    Layar Terkembang, Sutan Takdir Alisyahbana
    Konflik yang dapat disimpulkan dari kutipan tersebut adalah…...
    a. Pengertian agama oleh golongan terpelajar dan golongan priyayi bangsa.
    b. Menjalankan agama bagi ayah dianggap mengerjakan sesuatu yang tidak berguna.
    c. Ketidaksepahaman Maria dan Tuti terhadap sikap penganut agama.
    d. Kepatuhan Maria terhadap bapaknya yang dinilai Tuti hanya kepura-puraan.
    e. Ketekunan bapak menjalankan agama, dinilai Tuti sesuatu yang tidak wajar.

    Bacalah kutipan cerita berikut dengan seksama!
    ……
    Seluruh tubuhnya tampak tua kecuali sepasang matanya, yang warnanya bagai laut tampak cerah dan tak kenal menyerah.
    “Santiago,” kata anak laki-laki itu kepadanya ketika mereka menaiki tebing dari mana perahunya diseret ke darat.” Aku bisa ikut5 lagi kan. Kami sudah mendapat cukup uang.”
    Lelaki tua itulah yang dulu mengajarinya menangkap ikan dan anak laki-laki itu sayang sekali kepadanya.
    “Jangan,” kata lelaki tua itu.
    …..
    Judul : The Old Man and The Sea
    Diterjemahkan : Supardi Joko Damono
    Nilai budaya yang terkandung dalam penggalan cerita terjemahan tersebut adalah…..
    a. membalas kebaikan orang yang telah berjasa
    b. seorang lelaki tua yang tak kenal menyerah
    c. panggilan nama asli terhadap orang tua
    d. lelaki tua dengan perahunya
    e. lelaki tua yang sayang terhadap anak kecil

    Teks berikut untuk soal nomor 11 sampai dengan 13.
    Bacalah kutipan novel berikut dengan saksama!
    "Jadi, kita akan kuburkan dia di Sirnagara?" katanya pelan-pelan, setengah ditujukan kepada dirinya sendiri. Soleha tidak bisa menjawab. Ia mau berpikir panjang. Ia mau mengatakannya, tapi ia segera ingat pada yang lain." Tapi, kita sudah kawinkan dia. Dan sekarang dia sudah jadi istri Sumarto. Apa yang akan dikatakan oleh Sumarto?" Pikirannya makin tidak enak kalau mengingat soal itu. Ia memang sudah keberatan ketika suami Soleha dipanggil orang dari kampung sawah untuk mengobati Pak Murad. Sebagai mantri kesehatan di sekitar itu memang tak ada dokter. Suami Soleha sering diminta pertolongan. Namun, ia tahu betul Pak Murad ayah Murni. Murni sekarang menjanda karena suaminya meninggal dunia. Suami Soleha saling mencintai dengan Murni ketika masih bujang dan gadis. Mereka tak dapat melaksanakan niat hatinya sebab Murni dipaksa kawin.

    Konflik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
    A. Soleha perang batin sewaktu rnau bicara dengan Sumarto.
    B. Pak Sumarto kebingungan sewaktu mau bicara dengan Soleha.
    C. Soleha tidak rela menguburkan jenazah anaknya di Sirnagara.
    D. Pak Sumarto perang batin sewaktu akan menguburkan jenazah istrinya.
    E. Suami Soleha dan Soleha perang mulut mengenai penguburan jenazah anaknya.

    Penyebab terjadinya konflik dalam kutipan tersebut adalah ...
    A. Karena suaminya mantri kesehatan.
    B. Karena suaminya diminta pertolongan.
    C. Karena cemburu terhadap Murni.
    D. Karena suami Soleha pernah mencintai Murni.
    E. Karena suaminya mengobati Pak Murad ayah Murni.

    Peristiwa yang terjadi akibat konflik dalam kutipan novel tersebut adalah ...
    A. Suaminya mengobati Pak Murad yang sakit.
    B. Suaminya sering diminta pertolongan karena tidak ada dokter.
    C. Soleha tidak dapat menentukan tempat penguburan anaknya.
    D. Suaminya akan bertemu dengan Murni anak Pak Murad.
    E. Murni yang pernah dicintai suaminya sudah menjanda.

    Teks berikut untuk dua butir di bawah ini.
    Bacalah kutipan cerita berikut dengan saksama!
    Sebermula maka Sri Rama dan Laksamana pun pergilah mencari Sita Dewi. Maka ia pun berjalanlah di dalam hutan rimba belantara. Beberapa lamanya berjalan, mereka itu tiada bertemu tempat menanyakan waktu Sita Dewi. Maka dilihatnya ada seekor burung jantan. Maka Sri Rama pun bertanya, "Hai burung, adakah engkau melihat istriku dilarikan orang?"
    Sahut burung jantan itu, "Engkau yang bernama Sri Rama? Aku dengar masyhur namamu laki-laki dan gagah berani tiada terlawan di tengah medan peperangan. Akan binimu tiadalah terpelihara, perempuan seorang. Lihatlah olehmu aku ini, empat ekor biniku lagi dapat aku peliharakan, konon engkau manusia dua orang pula saudaramu tiadakah dapat memeliharakan binimu itu."

    Isi kutipan cerita tersebut mengungkapkan ...
    A. Sri Rama mencari istrinya, Sita Dewi.
    B. Laksamana sedang mencari istrinya.
    C. Ejekan burung jantan kepada Sri Rama yang tidak bisa menjaga istrinya
    D. Kehidupan burung jantan yang berbahagia dengan keempat betinanya
    E. Sri Rama raja yang termasyhur dan gagah berani.

    Nilai moral yang tersirat dalam kutipan cerita tersebut adalah ...
    A. Kasih sayang seorang suami terhadap istrinya.
    B. Keberanian seorang suami dalam membela istrinya.
    C. Tabah menerima ejekan orang.
    D. Tabah dalam menerima segala penderitaan.
    E. Keadilan yang diberikan oleh suami kepada istrinya.

    Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
    Mereka tak dapat berkata, sesuatu apa, hanya Pak Haji saja yang perlahan-lahan membacakan ayat-ayat Qur'an untuk menenangkan hati Pak Balam dan juga hati mereka semua.
    Kemudian Pak Balam tiba-tiba memutar kepalanya dan memandang pada Wak Katok, dan sinar matanya berubah jadi kencang, kuat, dan keras. Dia berkata dengan suara gurau:
    "Karena engkaulah Wak Katok, aku harus menebus dosaku dulu seperti ini..."
    Harimau! Harimau!
    Nilai agama yang tersirat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
    A. memberikan wasiat sebelum meninggal dunia
    B. membaca ayat suci untuk menenangkan hati
    C. tidak boleh berkata kenceng dan keras-keras
    D. melakukan ibadah ke tanah suci untuk mengakui dosa
    E. menebus dosa dengan cara yang tidak baik

    Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
    Waktu taksi Eko dan Claire memasuki halaman rumah Tommy dan Jeanette, sesudah lolos melewati pintu gerbang yang kukuh berukir, mulut Claire tampak menganga. Matanya yang bundar besar-besar nampak semakin besar melihat berkeliling halaman yang luas sekali itu.
    "Wow, ini istana di Amerika bagian selatan, Ko. Pantasnya di Savannah atau Georgia, begitu. Ada pohon-pohon willow segala. Ada anjing-anjing herder berkeliaran, ada kolam renang besar berbentuk jantung, dan halaman rumput yang sehalus padang golf dan perdu-perdu yang tertata apik. Semua serba wow, Ko! Jalan Menikung, Umar Kayam
    Isi kutipan novel tersebut lebih banyak mengungkapkan ...
    A. Claire kagum terhadap bangunan rumah yang seperti istana di Amerika Selatan.
    B. Rumah mewah yang berada di Amerika bagian selatan.
    C. Istana yang mewah dengan segala fasilitasnya.
    D. Perjalanan seseorang ke Amerika bagian selatan.
    E. Eko dan Claire berkata, "Wow," sepanjang perjalanan.

    Bacalah penggalan novel berikut!
    Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema. Apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah berhubungan lagi dengan Mas Sudibyo.
    Watak tokoh "aku" yang terlihat dalam penggalan novel adalah....
    A. egoistis
    B. ceroboh
    C. lemah
    D. penyabar
    E. peragu

    Bacalah penggalan berikut!
    Tina : Tuhan menakdirkan semua nasib manusia, kita hanya menjalani;
    Ibu : Nah, pikiran begitu itulah yang tak kusukai, kau sudah ditakdirkan Tuhan punya suami buta, tidak adakah usahamu untuk mengubah takdir itu? Sebab takdir itu baru jatuh setelah manusia berusaha. Tina, kau bukan anakku jika kau tidak berani melawan takdir yang pahit.
    Tina : Aku sudah berusaha, Abas juga sudah berusaha, dan inilah hasilnya. Kami dapat membelanjai diri untuk hidup sehari-hari.
    Konflik yang terjadi antara tokoh Tina dan Ibu didasari oleh....
    A. pandangan mengenai takdir
    B. perbedaan takdir manusia
    C. pasrah menjalani takdir
    D. usaha melawan takdir
    E. nasib merupakan takdir

    Bacalah penggalan berikut.
    Tuti bukan orang yang mudah kagum, yang mudah heran melihat sesuatu. Keisyaratannya akan harga dirinya sangat besar. Ia tahu bahwa ia pandai dan cakap. Banyak yang akan dikerjakan dan dicapainya. Segala sesuatu diukurnya dari kecakapannya sendiri. Oleh sebab itu, ia jarang memuji.
    Watak Tuti diungkapkan dengan cara ....
    A. penjelasan langsung
    B. pendapat tokoh lain
    C. pendeskripsian fisik
    D. sikap tokoh
    E. perasaan tokoh

    17 Desember 2011