Cara Membuat Penokohan dalam Cerita

Istilah penokohan dapat diartikan sebagai teknik (cara) pengarang mengembangkan watak tokoh dalam prosa fiksi (cerpen, roman, novel). Ada dua teknik penokohan, yakni naratif dan dramatik.
Teknik Naratif:
Teknik naratif adalah penuturan watak tokoh secara langsung melalui paparan narasi.
Dalam teknik naratif ini, pengarang secara langsung:
- mengenalkan sosok tokoh
- menyebutkan pekerjaan tokoh
- menggambarkan kehidupan sehari-hari tokoh
Contoh:
Doni pun cepat akrab karena Vina sabar dan telaten. Vina pun senang karena Doni tidak rewel dan mudah diatur. Bahkan, jika Vina sedang tidak mood mengasuh Doni, Vina cukup memutar VCD Teletubbies saja. Lama-lama Doni pasti tertidur di sofa asal Perancis itu. Di apartemen itu, Vina serasa di rumah sendiri. Kecuali di kamar majikannya, ia bebas tidur di mana saja.
Teknik Dramatik:
Teknik dramatik adalah pengembangan watak tokoh secara tidak langsung melalui pemaparan sebuah peristiwa dramatik yang mengandung perilaku dan dialog para tokoh.
Dalam teknik dramatik ini, pengarang memaparkan adegan dramatik untuk mengembangkan watak tokoh melalui:
- penggambaran kedaan fisik tokoh
- pelukisan perilaku tokoh
- dialog tokoh
Contoh:
"Saya ingin cari pengalaman sekaligus cari uang di liburan panjang ini, Bu."
"Tapi kamu bisa nggak jaga anak tiga tahun?"
"Bisa, Bu."
"Telaten, nggak?"
"Telaten dong, Bu. Masa nggak, sih?"
"Kamu sabar nggak orangnya?"
Vina mengangguk.
"Kamu bersedia tinggal di sini?"
"Siap, Bu."
"Orangtua kamu nggak keberatan?"
"Nggak masalah, saya anak kost kok, Bu."
"Sebulan empat ratus ribu."
"Boleh nawar nggak, Bu?"
"Hmm, berapa?"
"Lima ratus?"
Si ibu pewawancara berpikir cukup alot, "Oke, deal!"
Sumber foto: Nova

20 Oktober 2011
  •