Bedah Unsur Intrinsik Puisi "Aku"

Secara garis besar, unsur-unsur puisi terbagi dalam dua macam, Struktur Fisik dan Struktur Batin.

Unsur Fisik:
  1. Diksi (pilihan kata),
  2. Citraan (pengimajian),
  3. Majas (gaya bahasa),
  4. Rima, dan
  5. Tipografi (tata wajah).

Unsur Batin:
  1. Tema,
  2. Latar,
  3. Tokoh,
  4. Nada dan Suasana, serta
  5. Amanat.

Baiklah, sekarang kita bedah unsur intrinsik puisi berikut:
AKU (Karya: Chairil Anwar)
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Aku ini binatang jalang
dari kumpulannya yang terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku akan meradang
menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
berlari
hingga hilang pedih peri
dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi


Hasil Bedahnya:
a. Diksi: "aku ini binatang jalang" untuk menggambarkan dirinya yang sedang memberontak, ingin melepaskan diri dari keterikatan (penjajahan).
b. Citraan: "... sedu-sedan itu..." menimbulkan citraan pendengaran.
c. Majas hiperbol (melebih-lebihkan): "aku mau hidup seribu tahun lagi"
d. Rima: vokal "u" dan "i" menimbulkan efek tertentu terhadap rasa (Penjelasan tentang ini, klik di SINI)
e. Tipografi: puisi ini menggunakan perwajahan linier (tegak)
Tema: (bisa tentukan sendiri kan?)
Latar: (bisa tentukan sendiri kan?)
Tokoh: (bisa tentukan sendiri kan?)
Nada dan Suasana: (bisa tentukan sendiri kan?)
Amanat: (bisa tentukan sendiri kan?)


Contoh sedrhana Musikalisasi Puisi AKU (KLIK DI SINI) dengan notasi lagu Hidupku Kan Damaikan Hatimu-nya Cafein.