SOAL | Menentukan Unsur Intrinsik Dongeng

  • 1. Perhatikan kutipan dongeng berikut!
    Alkisah, di sebuah lereng pegunungan ada sebuah desa yang permai. Hampir seluruh penduduk di sana bermata pencaharian sebagai pencari kayu. Mereka memanfaatkan hutan yang ada di sekitar permukiman mereka. Pohon-pohonnya besar dan berdaun lebat. Awalnya mereka hanya mau menebang pohon yang sudah tua, tetapi akhirnya mereka menjadi lupa diri. Para penebang kayu ini sudah tak peduli lagi. Meskipun usia pohonnya masih muda, mereka tetap saja menebangnya.
    Suatu ketika Riri dan Nena bermain-main ke bukit. Dua gadis cilik ini ingin mencari bunga dan kupu-kupu di sana. Akan tetapi, alangkah kagetnya kedua gadis cilik ini. Bukit yang dulu mereka kenal, kini sudah berbeda sama sekali. Bukit itu menjadi tandus. Pohon besar nan rimbun sudah sulit sekali mereka temui. Bunga-bunga yang indah telah berubah menjadi alng-alang yang tak terurus. Kupu-kupu telah pergi entah ke mana.
    Dongeng “Petuah Pohon Tua” karya Habib
    Tema kutipan dongeng di atas adalah . . . .
    a. Desa yang permai di lereng pegunungan
    b. Mata pencaharian penduduk sebagai pencari kayu
    c. Hutan yang gundul akibat penebangan
    d. Dua gadis cilik bermain-main ke bukit.

    2. Latar pada kutipan dongeng soal di atas adalah . . . .
    a. lereng pegunungan
    b. sebuah desa di lereng gunung
    c. hutan
    d. hutan yang gundul

    3. Amanat dongeng pada soal di atas adalah . . . .
    a. Janganlah membuang sampah sembarangan
    b. Kita harus menghormati orangtua yang telah melahirkan kita
    c. Jika harus menjaga lingkungan kita dari segala gangguan
    d. Janganlah menebang pohon secara membabi buta

    4. Simaklah kutipan dongeng berikut!
    Si Kancil berjalan berjingkat-jingkat di kebun Pak Tani. Kancil hendak mencuri mentimun. Di tengah kebun ada boneka orang-orangan, si Kancil tidak takut malah menendang boneka itu. Ternyata boneka orang-orangan itu telah diberi getah nangka sehingga kaki si Kancil menempel pada boneka itu dam sulit dilepaskan. Kemudian Pak Tani datang menangkap Kancil.
    Pelajaran yang dapat diambil dari kutipan dongeng di atas adalah......
    a. Jangan nakal
    b. Jangan suka mencuri
    c. Jangan sombong
    d. Jangan malas

    5. Prabu Tapa Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti menduduki tahta kerajaan. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan ayah mereka.
    Kegeraman Purbararang yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang penyihir untuk memantrai Purbasari sehingga saat itu juga tiba – tiba kulit Purbasari menjadi bertotol - totol hitam.
    Berdasarkan kutipan dongeng Lutung Kasarung di atas, gambaran watak tokoh Purbararang adalah.......
    a. baik
    b. jahat
    c. santun
    d. pemarah

    6. Isi penggalan dongeng di atas menceritakan ........................
    a. sifat iri hati purbararang terhadap purbasari
    b. sang raja yang ingin mengangkat putri pertamanya sebagai pengganti tahta kerajaan
    c. kerajaan Prabu Tapa Agung yang sedang perang
    d. bencana di kerajaan Prabu Tapa Agung

    7. Tokoh antagonis dalam dongeng di atas adalah ...............
    a. Prabu Tapa agung dan Purbararang
    b. Purbasari dan Nenek sihir
    c. Purbasari dan Purbararang
    d. Purbararang dan Nenek sihir

    8. Raja Kertamarta adalah raja dari Kerajaan Daha. Raja mempunyai dua orang putri, namanya Galuh Ajeng dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Candra Kirana sudah ditunangkan dengan putra mahkota Kerajaan Kahuripan, yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana.
    Tapi, saudara kandung Candra Kirana, yaitu Galuh Ajeng, sangat iri pada Candra Kirana, karena Galuh Ajeng menaruh hati pada Raden Inu. Kemudian Galuh Ajeng menemui Nenek Sihir untuk mengutuk Candra Kirana. Dia juga memfitnahnya sehingga Candra Kirana diusir dari istana.

    Berdasarkan kutipan di atas, watak tokoh Galuh Ajeng adalah ….
    a. Jahat
    b. Baik hati
    c. Biasa-biasa saja
    d. Lucu

    Bacalah dongeng berikut !
    Sungguh di luar dugaan. Begitu terbebas dari batu yang menghimpitnya, ular itu langsung mematuk kaki saudagar. Si saudagar kaget bukan kepalang hingga jatuh terjengkang. Tentu saja saudagar menjadi berang.
    “Dasar ular tak tahu terima kasih. Kenapa kau mematukku?”
    “Buat apa aku harus berterima kasih?” jawab ular.
    “Hai! Kalau tadi tak kutolong, kau pasti mati di bawah batu itu!”
    “Benar. Tapi aku tidak akan tertindih batu kalau kau tidak menindihkannya.”
    Saudagar itu kaget. Ia baru ingat, rupanya itu ular yang siang tadi ditindihnya dengan batu. Saudagar itu tidak mau mendengar segala macam alasan. Ia tak mau mengingat kesalahannya sendiri. Yang dipikirkannya hanyalah bahwa ia telah menolong ular itu.

    Watak saudagar pada cerita di atas adalah ….
    a. Suka menolong
    b. Tidak mengakui kesalahan
    c. Lapang dada terhadap kesalahan
    d. Suka usil

    Pelajaran yang kita peroleh dari cerita tersebut adalah ….
    a. Kita tidak boleh tolong-menolong dalam kehidupan
    b. Kita harus mengakui kesalahan yang kita lakukan
    c. Kita tidak harus menolong orang lain
    d. Kita harus membalas budi baik orang lain

    Tema kutipan dongeng di atas adalah …
    a. Kisah Ular dan Saudagar
    b. Ular yang tak bisa berterima kasih
    c. Kisah si Jelek dan si Manis Rupa
    d. Binatang yang bisa berbicara

    Dongeng Ikan Lebai Suka Kenduri
    Menurut sahibul hikayat diriwayatkan pula, konon abuk-debu yang beterbangan selama ini menuju laut menjadi sejenis ikan. Banyak sekali ikan itu hidup memenuhi karang, para nelayan menyebutnya “Ikan Lebai” karena mengambil nama Wak Lebai yang membangun kampung berabuk-debu asal ikan itu.
    Bibir ikan itu tebal berkelebai, suka memungut-mungut lumut, menyapu-nyapu debu-pasir, sehingga mengeluarkan berbagai jenis cacing. Remis, keranglokan kecil-kecil makan ikan segala ikan.
    “Ayo, kita berpesta-pora,” ajak ikan Lebai. Konon zaman itu ikan-ikan serta hewan lainnya berkata-kata juga seperti manusia.
    “Horee…, “ikan-ikan pun berkumpul. Pendek kata, di mana ada ikan Lebai makan, di situ pula kawan ikan besar-kecil berkumpul. Mereka menyantap makanan yang dihidangkan ikan Lebai. “Pesta-ria…pesta-ria…,” ikan-ikan itu bersuka hati.
    Menurut yang empunya cerita pula, para nelayan pemancing ikan memanfaatkan kebijakan ikan Lebai itu. Mereka melabuhkan tali pancing dan mengail, serta memilih karang yang diketahuinya ada ikan Lebai di situ. Pasti ikan-ikan lain berkerumun mencari makanan.
    Sumber: Cerita Rakyat dari Bintam, BM.Syamsudin.

    Watak ikan Lebai pada dongeng di atas adalah ….
    a. Tidak pandai bergaul
    b. Sangat pelit
    c. Tidak suka bercanda
    d. Senang hura-hura

    45. Paragraf pertama cerita di atas mengandung nilai …
    a. Pendidikan
    b. Tolong-menolong
    c. Pengetahuan
    d. Agama

    Angin bertiup menyejuk. cuaca cerah cemerlang kena sinar rembulan. Bintang bertaburan di langit laksana permata berserakan di atas permadani. Di sana melancarlah biduk nelayan yang sedang mengadu untuk menantang gelombang yang penuh marabahaya.
    Latar penggalan cerita di atas tersebut adalah …
    a. Malam hari di laut lepas
    b. Malam hari di langit biru
    c. Siang hari di tengah malam
    d. Pagi hari di samudra raya
    12 Agustus 2010