SOAL | Menentukan Majas (Gaya Bahasa)

  • Coba kalian pilih jawbn yg benar pada soal berikut:

    Ombak memecah di tepi pantai
    Angin berhembus lemah lembut
    Puisi di atas menggunakan gaya bahasa . . . .
    a. hiperbola
    b. litotes
    c. eufimisme
    d. pleonasme
    e. metafora

    Utk dapat menentukan pilihan jawaban yang benar, kalian harus memahami (bukan menghapal) definisi istilah2 tsb.

    Di dalam puisi maupun lagu, kita sering temukan kata-kata atau kalimat yang tidak biasa. Dalam artian, kata-kata tersebut tidak bisa dimaknai secara harfiah (apa adanya), maknanya kias. Dalam materi pelajaran bahasa Indonesia kata-kata atau kalimat yang seperti itu dinamakan majas (ada pula yang menyebut: "Pigura Bahasa").
    Ada banyak jenis majas, tetapi yang paling sering muncul dalam Ujian Nasional hanya beberapa. Nah, yang beberapa itu saja yang akan kita ulas sekarang.

    1. Metafor : pengungkapan sesuatu dengan cara perbandingan langsung atas dasar sifat yang sama/ hampir sama.
    2. Simile (Perumpamaan) : pengungkapan sesuatu dengan menggunakan kata-kata: bagai, laksana, bak, dsb.
    3. Personifikasi : Pengungkapan tentang benda atau makhluk hidup lain yang bisa berperilaku sebagai manusia.
    4. Paradoks : Pengungkapan sesuatu yang seolah-olah bertentangan dengan yang seharusnya terjadi.
    5. Ironi : Pengungkapan dengan cara sindiran halus, menyanjung lalu menjatuhkan.
    6. Hiperbol : Pengungkapan sesuatu secara berlebihan.
    7. Litotes : Pengungkapan dengan kata-kata yang dikecil-kecilkan dengan maksud merendah.

    Coba sekarang kamu identifikasi potongan puisi atau lagu berikut, termasuk jenis majas yang mana?
    1. Kenangan bersamamu kasih seumpama mimpi di dalam mimpi.
    2. Engkau laksana bulan.
    3. Persahabatan bagai kepompong.
    4. Hanya sekejap saja.
    5. Tinggi gunung seribu janji.
    6. Seribu tahun tak lama
    7. Merambah gunung menyeberangi lautan.
    8. Cepat benar kau datang, jemu kumenunggu.
    9. Kabut tebal menyelimuti.
    10.Kutunggu sampai malam meninggalkanku.
    11.Dengarkan angin mengusir batang-batang padi.
    12.Angin yang menghiburku.
    13.Biarkan rembulan menyapaku.
    14.Memandang sendiri sang dewi malam.
    15.Kembang desa sepi sendiri.
    16.Bunga bangsaku teruslah permai.
    17.Apalah artinya diriku tanpa dirimu.
    18.Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi.
    19.Kesepianku di Jakartaku yang ramai.

    Kunci jawaban: Simile (1,2,3), Hiperbol (4,5,6,7), Ironi (8), Personifikasi (9,10,11,12,13), Metafor (14,15,16), Litotes (17), Paradoks (18,19).

    Sekarang, majas apakah ini?
    1. Nyiur hijau melambai-lambai di tepi pantai.
    2. Jangan sampai deh jadi kupu-kupu malam.
    3. Engkau seperti kekasihku yang dulu.
    4. Pekik merdeka membahana di angkasa.
    5. Bagus sekali tulisanmu, seperti cakar ayam.
    6. Singgahlah ke gubukku dulu.
    26 Desember 2009